Percepat Pembangunan Daerah, Bupati Siak Dorong KITB Jadi Proyek Strategis Nasional.

SIAK – FILERIAU.COM – Bupati Siak, Afni Zulkifli, terus mengupayakan percepatan pembangunan daerah dengan mendorong Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) kembali berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN) serta mengusulkan revitalisasi Istana Siak kepada pemerintah pusat.

Hal tersebut disampaikan Afni saat bertemu Pelaksana Tugas Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan dan Pariwisata Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Dida Gardera, di Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Afni mengatakan, pertemuan tersebut membahas dua agenda utama yang dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pengembangan pariwisata Kabupaten Siak.

“Kami menyampaikan keinginan besar Pemerintah Kabupaten Siak agar Kawasan Industri Tanjung Buton dapat kembali menjadi Proyek Strategis Nasional. Dulu KITB sempat berstatus PSN pada 2018, namun pada 2019 status itu sudah tidak lagi disandang,” ujar dia.

Berdasarkan hasil pembahasan dengan Kemenko Perekonomian, terang dia, KITB dinilai telah memenuhi sejumlah persyaratan umum untuk kembali diusulkan sebagai PSN. Salah satu syarat utama adalah ketersediaan lahan minimal 50 hektare, sementara KITB saat ini memiliki lahan berstatus clear and clean serta bersertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) seluas sekitar 600 hektare, dengan total kawasan mencapai lebih dari 3.000 hektare.

Selain itu, kawasan tersebut memiliki posisi strategis karena berada di jalur perdagangan Selat Malaka dan didukung akses jalan nasional yang telah terhubung langsung ke kawasan industri.

“Kalau nanti kembali menjadi PSN, tentu berbagai urusan seperti infrastruktur, perpajakan, AMDAL dan lainnya akan lebih mudah sehingga semakin menarik bagi para investor,” kata Afni.

Ia menambahkan, meskipun saat ini belum berstatus PSN, KITB telah menunjukkan perkembangan positif dengan masuknya sejumlah investasi.

“Sudah ada galangan kapal dengan nilai investasi sekitar Rp300 miliar dan dalam waktu dekat akan diresmikan investasi baru senilai Rp1 triliun,” ujar dia.

Selain membahas sektor industri, Afni juga meminta dukungan pemerintah pusat untuk revitalisasi Istana Siak sebagai salah satu destinasi wisata unggulan yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi.

Menurut dia, selama ini program revitalisasi destinasi wisata nasional lebih banyak difokuskan pada sejumlah kawasan prioritas, sehingga diperlukan perhatian yang lebih besar terhadap potensi pariwisata yang dimiliki Kabupaten Siak.

“Kami menjelaskan mengapa pariwisata Siak juga harus mendapat atensi. Siak memiliki sejarah yang kuat, budaya yang kaya, letak geografis yang strategis serta daya tarik wisata yang besar,” kata dia.

Dalam pertemuan tersebut, Kemenko Perekonomian meminta Pemerintah Kabupaten Siak segera menyiapkan proposal dan dokumen pendukung untuk memperkuat usulan yang diajukan.

“Kami diminta segera menyiapkan proposal dan bahan pendukung. Insya Allah akan dikawal agar bisa masuk dalam prioritas ke depan,” ujar Afni.

Melalui pengusulan kembali KITB sebagai PSN dan revitalisasi Istana Siak, Pemerintah Kabupaten Siak berharap dapat mempercepat masuknya investasi sekaligus memperkuat sektor pariwisata sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi daerah.(infotorial/diskom0

Pos terkait